Tips & Trik

Cara Menghitung Subnet Mask & CIDR: 4 Langkah untuk Pemula

Metode blok 256: hitung subnet dalam 4 langkah tanpa biner panjang. Lengkap dengan tabel /24-/30, contoh 192.168.1.130/26, dan 3 latihan berjawab.

Tim netkarta · 10 Okt 2026 · 8 menit baca
Cara Menghitung Subnet Mask & CIDR: 4 Langkah untuk Pemula

Kamu cari cara menghitung subnet mask, hasilnya malah deret biner panjang atau ajakan pakai kalkulator? Hitungannya bisa selesai di kertas dengan satu rumus — blok = 256 − nilai oktet terakhir subnet mask — lalu empat langkah pendek.

Artikel ini mengajarkan metode blok dari nol: tabel rujukan /24–/30, satu contoh penuh 192.168.1.130/26, tiga latihan berjawab, dan kesalahan yang paling sering membuat hitungan meleset. Konsep dasar lain soal jaringan ada di topik edukasi.

Subnetting Itu Memecah Jaringan Besar Jadi Beberapa Jaringan Kecil

Bayangkan satu ruangan kantor besar berisi 60 laptop, printer, dan CCTV di meja yang sama. Subnetting membagi ruangan itu jadi beberapa bilik — satu untuk divisi keuangan, satu untuk tamu, satu untuk perangkat produksi. Trafik di satu bilik tidak perlu keluar-masuk ke bilik lain, dan tiap bilik bisa punya aturan sendiri.

Subnet adalah satu bagian hasil pembagian itu; CIDR (Classless Inter-Domain Routing) adalah cara menulis ukurannya dengan angka setelah garis miring.

Kenapa pemula wajib bisa ini

  • Membagi VLAN — satu VLAN biasanya berarti satu subnet terpisah.
  • Mengisi DHCP dengan benar — range alamat yang dibagikan harus sejaringan dengan klien.
  • Membaca spek switch dan access point — frasa seperti "4 jaringan terpisah dengan /26" baru masuk akal kalau kamu tahu isi /26.
  • Bahan ujian — subnetting masih soal wajib di materi TKJ/TJKT dan dasar CCNA.

Baca Dulu Dua Tulisan Ini: /24 dan 255.255.255.0 Artinya Sama

Apa itu CIDR notation

CIDR notation adalah angka setelah garis miring pada alamat IP, yaitu jumlah bit untuk bagian jaringan. 192.168.1.130/26 dibaca: "26 bit pertama menentukan jaringan, sisanya untuk perangkat."

Apa itu subnet mask

Subnet mask adalah deretan bit 1 dan 0 yang menandai batas itu: bit 1 untuk jaringan, bit 0 untuk perangkat (host). Kalau 24 bit pertama bernilai 1, konversinya cuma satu baris:

11111111.11111111.11111111.00000000   =   255.255.255.0

Jadi /24 ≡ 255.255.255.0 — dua tulisan untuk satu hal yang sama.

Tabel cepat: /24 sampai /30

Notasi CIDR Subnet mask Blok (ukuran subnet) Total alamat Host usable
/24 255.255.255.0 256 256 254
/25 255.255.255.128 128 128 126
/26 255.255.255.192 64 64 62
/27 255.255.255.224 32 32 30
/28 255.255.255.240 16 16 14
/29 255.255.255.248 8 8 6
/30 255.255.255.252 4 4 2

Blok = jumlah alamat dalam satu subnet (2 pangkat 32 − prefix). Kolom terakhir selalu 2 lebih kecil dari total alamat — alasannya di Langkah 4. Simpan tabel ini; rumah dan kantor kecil hampir selalu bermain di rentang ini.

Cara Menghitung Subnet Mask dalam 4 Langkah (Metode Blok)

Semua dikerjakan di atas satu angka, tanpa konversi biner bertahap.

Langkah 1 — cari bloknya

blok = 256 − nilai oktet ke-4 dari subnet mask

Contoh: /26 → oktet ke-4 mask 192 → 256 − 192 = 64.

Langkah 2 — daftar network address

Network address (alamat awal tiap subnet) selalu kelipatan blok. Untuk blok 64 di 192.168.1.x: 0, 64, 128, 192 — atau 192.168.1.0, .64, .128, .192. Catatan: RFC 950 (1985) menyarankan subnet bernilai nol tidak dipakai, tetapi praktik modern memakainya bebas — seperti 192.168.1.0/26 di atas.

Langkah 3 — cari broadcast dan rentang host

broadcast   = network address + (blok − 1)
host usable = network address + 1  sampai  broadcast − 1

Dari blok 64: subnet 192.168.1.128 berhenti di broadcast 192.168.1.191, jadi host yang boleh dipakai perangkat .129–.190.

Langkah 4 — hitung jumlah host

jumlah host = 2^(32 − prefix) − 2

Dikurangi 2 karena network address dan broadcast address tidak pernah dipakai perangkat. Untuk /26: 2^6 − 2 = 62, sama persis dengan tabel di atas.

Pengecualian: /31 untuk tautan point-to-point (RFC 3021) dan /32 untuk satu alamat tidak dikurangi 2.

Batas jujur metode blok: rumus 256 − oktet berlaku untuk subnet yang terpotong di oktet ke-4, yaitu /25–/30. Untuk /16–/20 potongannya pindah ke oktet ke-3 — baca saja dari tabel atau pakai kalkulator untuk rentang besar.

Contoh Penuh: 192.168.1.130/26 Termasuk Jaringan yang Mana?

  1. Blok. /26 → oktet ke-4 mask 192 → 256 − 192 = 64.
  2. Network address. Kelipatan 64: 0, 64, 128, 192. Alamat .130 jatuh di rentang 128–191 → 192.168.1.128.
  3. Broadcast. 128 + (64 − 1) = 191 → 192.168.1.191. Host usable: 192.168.1.129–192.168.1.190.
  4. Jumlah host. 2^(32 − 26) − 2 = 64 − 2 = 62 host.

Jadi alamat itu termasuk jaringan 192.168.1.128/26, dan ia sendiri host ke-2 di dalamnya (hitungan mulai dari .129).

3 Latihan Soal dengan Pembahasan

Kerjakan dulu di kertas, baru buka jawabannya.

Soal 1 (mudah) — Perangkat memakai 192.168.5.10/24. Network address, broadcast address, dan jumlah host usable?

Jawaban: /24 → blok 256 → network 192.168.5.0, broadcast 192.168.5.255, host usable .1–.254 (254 host).

Soal 2 (sedang) — Perangkat memakai 192.168.10.50/27. Termasuk subnet yang mana?

Jawaban: /27 → mask 255.255.255.224 → blok 256 − 224 = 32. Kelipatan 32: 0, 32, 64, 96, … Alamat .50 ada di rentang 32–63, jadi network 192.168.10.32, broadcast 192.168.10.63, host usable .33–.62 (30 host).

Soal 3 (praktis) — Bagi 192.168.1.0/24 untuk 4 divisi, masing-masing maksimal 25 perangkat. Berapa subnet dan di mana letaknya?

Jawaban: 25 perangkat tidak muat di /28 (14 host), jadi minimal /27 dengan 30 host. Empat subnet: 192.168.1.0/27, .32/27, .64/27, .96/27. Sisa .128–.255 disimpan untuk perluasan.

Soal 3 sekaligus menyentuh prinsip VLSM (Variable Length Subnet Mask): kalau kebutuhan tiap divisi berbeda, alokasikan dulu subnet terbesar baru sisanya untuk yang lebih kecil, supaya alamat tidak terbuang.

Hitungan Ini Dipakai di Mana: DHCP, VLAN, dan ACL

DHCP. Setiap entri network pada DHCP server harus sejaringan dengan kliennya. Di RouterOS v7 (MikroTik) bentuknya begini:

/ip dhcp-server network
add address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.10.1

Kalau address salah subnet, klien bisa tersambung WiFi tapi tidak dapat alamat — urutan cek gejalanya ada di WiFi nyala tapi internet mati.

VLAN. Satu VLAN = satu subnet, jadi pembagian VLAN tidak bisa lepas dari hitungan ini; pembahasannya sekilas ada di perbedaan switch manageable dan unmanageable.

ACL. Wildcard mask ditulis kebalikan dari subnet mask (bagian 1 jadi 0, bagian 0 jadi 1). Cukup kenali polanya; contoh lengkapnya di Network Lessons: subnetting formula.

4 Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung Subnet

  1. Lupa mengurangi 2 — total alamat bukan jumlah host; network dan broadcast address dipakai sistem.
  2. Memakai nilai mask yang mustahil — oktet mask hanya 0, 128, 192, 224, 240, 248, 252, 254, 255.
  3. Salah baca blok karena memakai IP host — tentukan network address dari kelipatan blok dulu, baru cocokkan alamat host.
  4. Menghafal kelas A/B/C tanpa paham CIDR — kelas hanya jalan di ukuran tetap (/8, /16, /24); jaringan nyata bebas dipotong.

FAQ

Apa itu subnet mask dan apa bedanya dengan CIDR?

Dua tulisan untuk satu hal: subnet mask 255.255.255.0, CIDR notation /24. CIDR dipakai karena lebih singkat dan tetap akurat sampai /30 ke bawah.

Artinya apa 192.168.1.0/24?

Jaringan 192.168.1.0 dengan 254 host usable (.1–.254), alamat network .0, broadcast .255. Gateway umumnya diberi .1 — alasannya di kenapa router pakai 192.168.1.1.

Berapa host usable untuk subnet /27?

30 host. /27 punya blok 32, dikurangi 2 alamat sistem: 32 − 2 = 30.

Kenapa jumlah host harus dikurangi 2?

Network address menandai awal subnet dan broadcast address mengepulkan paket ke seluruh subnet — keduanya tidak dipakai perangkat. Pengecualian: /31 (RFC 3021) dan /32.

192.168.1.130/26 masuk jaringan yang mana?

192.168.1.128/26, host usable 192.168.1.129–192.168.1.190, broadcast 192.168.1.191.

Kenapa dua komputer tidak bisa saling ping padahal satu jaringan?

Kemungkinan besar mask mereka berbeda, misal 192.168.1.50/24 (network .0) lawan 192.168.1.150/25 (network .128) — salah satunya mengira alamat lawan di luar jaringannya, lalu paket dilempar ke gateway dan tidak diteruskan. Penyebab lain: alamat 169.254.x.x dari konfigurasi gagal; urutan cek lengkap di WiFi nyala tapi internet mati.

Masih perlu belajar kelas A/B/C?

Sebagai konteks sejarah iya, untuk pekerjaan sehari-hari tidak. Kelas hanya menentukan ukuran tetap, sedangkan yang dipakai sekarang CIDR. Sebutan kelas masih muncul di dokumen lama seperti RFC 1918.

Penutup

Ringkasnya: cari blok dengan 256 − oktet terakhir mask, tentukan network address dari kelipatan blok, ambil broadcast satu langkah sebelum kelipatan berikutnya, lalu hitung host dengan 2^(32 − prefix) − 2. Sisanya tinggal latihan.

Coba langsung dengan IP kantor atau kosmu: baca mask yang terpasang, lalu hitung network dan broadcast-nya tanpa kalkulator. Kalau cocok, simpan artikel ini dan follow @netkarta (link di bio) untuk tips jaringan harian. Rumus praktis lain ada di topik tips.

simply powerful.

Sumber & verifikasi

Semua URL diuji hidup pada 10 Okt 2026.

Klaim/perintah Sumber (URL) Status
Subnetting sebagai prosedur standar; saran lama subnet bernilai nol tidak dipakai https://www.rfc-editor.org/rfc/rfc950 terverifikasi
/31 untuk tautan point-to-point tidak dikurangi 2 https://www.rfc-editor.org/rfc/rfc3021 terverifikasi
Rentang IP privat 10/8, 172.16/12, 192.168/16 https://www.rfc-editor.org/rfc/rfc1918 terverifikasi
/ip dhcp-server network add address=… gateway=… (RouterOS v7) https://help.mikrotik.com/docs/spaces/ROS/pages/24805500/DHCP terverifikasi
Rumus blok & jumlah host 2^n − 2; wildcard mask ACL https://networklessons.com/subnetting/subnetting-formula terverifikasi
Definisi subnet https://www.cloudflare.com/learning/network-layer/what-is-a-subnet/ terverifikasi
Tabel blok /24–/30 dan seluruh contoh soal dihitung ulang dari rumus saat penulisan terverifikasi
Suka artikel ini?

Tips networking singkat tiap hari ada di Instagram — 3 konten sehari.

Follow @netkarta

Artikel ini membantu?

Jawabanmu dipakai untuk memperbaiki artikel berikutnya. Tanpa cookie, tanpa data pribadi.

0/280

Baca juga